Rabu, 10 April 2013

MENGCOPY HALAMAN WEB




Ketika menulis suatu tutorial atau penjelasan tentang suatu langkah-langkah, biasanya kita menyertakan tampilan gambar tentang apa yang kita jelaskan. Dengan tampilan media gambar tersebut akan memudahkan bagi pembaca untuk lebih memahami apa yang kita jelaskan. Salah satu gambar yang biasa kita gunakan adalah tampilan halaman web/blog atau tampilan aktivitas komputer lainnya. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengcopy halaman web atau blog atau tampilan aktivitas komputer tersebut menjadi gambar, baik dalam format word maupun  format jpg.


Berikut langkah-langkah mengcopy halaman web atau blog :

1.    Buka  halaman web atau tampilan komputer yang ingin kita copy,

2.    Tekan  Ctrl-Alt-Prt Scr SysRq (Print Screen) Secara bersamaan

3.    Paste atau tempelkan :

   a.  Dalam format word, 
        buka program word, kemudian klik Ctrl-V.
   b.  Dalam format JPG ,

    buka program photoshop, pilih File - New , kemudian tekan Ctrl- V , kemudian  
    simpan gambar dalam format jpg ( Save As,  pilih format jpg )

Selamat mencoba.

Jumat, 08 Maret 2013

CARA BUDIDAYA JARUM TIRAM

Dalam budidaya jamur tiram akan melalui tahapan-tahapan penting, yaitu mulai dari persiapan budidaya, peralatan yang digunakan dalam membudidayakan jamur tiram, proses dan teknik budidaya, serta sampai pada proses pemanenan.


Berikut tahapan-tahapan dalam budidaya jamur tiram secara singkat :

1. Persiapan
       Dalam persiapan budidaya jamur tiram ini yang perlu dipersiapkan adalah bangunan atau ruangan untuk tempat mengembangbiakkan atau membudidayakan jamur tiram. Dalam hal ini bangunan atau ruangan rumah juga bisa digunakan sebagai tempat budidaya jamur tiram, namun yang paling penting yang harus diketahui terkait ruangan pembudidayaan jamur tiram ini terdiri dari:

A. Ruangan Persiapan
     Ruangan ini digunakan untuk melakukan berbagai kegiataan awal budidaya jamur tiram, seperti kegiatan pengayakan, pencampuran pewadahan, dan juga sterilisasi.

B. Ruang Inokulasi
     Ruangan inokulasi duganakan untuk tempat menanam bibit pada media tanam, ruangan ini harus mudah dibersihkan, serta ruangan juga harus tidak banyak memiliki ventilasi yang dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi dari mikroba.

C. Ruang Inkubasi

     Ruangan ini berfungsi untuk menumbuhkan meselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi. Kondisi ruangan ini harus diatur dengan suhu antara 22-29 drajat celcius dan dengan kelembaban 60-80 persen. Ruangan ini juga harus dilengkapi dengan rak-rak yang terbuat dari bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastik yang sudah di inokulasi.

D. Ruang Penanaman
     Ruangan ini digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot atau pengabutan. Pengabutan bertujuan untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal yaitu 16-22 derajat celcius dengan kelembaban 80-90 persen.

2. Alat dan Bahan
       Dalam pembudidayaan jamur tiram, maka peralatan-peralatan yang harus dipersiapakan terdiri dari mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, dan centong. Sementara bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah serbuk kayu, bekatul atau dedak, kapur CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, dan cincin paralon.

3. Proses
       Dalam proses budidaya jamur tiram ini, maka beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Persiapan Bahan
     Bahan yang harus dipersiapakan diantaranya adalah serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

B. Pengayakan
     Serbuk kayu yang sudah diperoleh sebaiknya dilakukan pengayakan. Hal ini dimaksudkan agar tingkat keseragaman serbuk terjaga dengan baik agar tingkat pertumbuhan misela akan merata. Media pengayak serbuk kayu dapat dibuat sama dengan ukuran mengayak pasir. Dalam proses pengayakan perlu menggunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir.

C. Pencampuran
     Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji dan selanjutnya disiram dengan air sekitar 50-60 persen atau bila kita kepal serbuk tersebut sudah menggumpal, tetapi tidak keluar air. Hal ini menandakan bahwa kadar air sudah cukup.

D. Pengompresan
     Pengompresan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk kayu gergaji dan kemudian menutupnya dengan plastik.

E.  Pembungkusan (pembuatan baglog)
     Pembungkusan dapat dilakukan dengan menggunakan plastik polipropilen dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus, yaitu dengan memaskukkan media kedalam plastik dan kemudian dipukul atau ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler dan kemudian dismpan.

F.  Sterilisasi
     Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat celcius selama 12 jam.

G. Inokulasi (Pemberian Bibit)
     Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 - 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi

H. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram

     Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 - 60 hari.

4. Panen        
        Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 3 - 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.


Selasa, 26 Februari 2013

CARA MEMASANG BANNER



Langkah - langkah memasang Banner :
 
1. Login ke blogger
2. Pilih Tata Letak -> Tambah Gadget
3. Pilih HTML/JavaScript 
4. Masukan kode HTML seperti berikut ini :
<a href="http://poerwaachmad.blogspot.com" target="_blank">
<img border="0" width="250" title="KLIK!" src="http://images.cooltext.com/2962324.gif" height="34"/></a>
<!------------------------------------------------------------>
<textarea rows="3" cols="30"><a href="
http://poerwaachmad.blogspot.com" target="_blank">
<img border="0" width="123" title="KLIK!" src="
http://images.cooltext.com/2962324.gif" height="34"/></a></textarea> 

5. Sebelum disimpan, berikut ini hal-hal yang perlu kita ubah.
  • Diatas kode <!-----> adalah bannernya dan di bawahnya adalah textarea, kotak berisi kode banner
  • http://poerwaachmad.blogspot.com adalah URL yang dituju, kita ganti dengan URL kita sendiri.
  • http:// http://images.cooltext.com/2962324.gif adalah URL gambar atau logo banner.
  • Kita juga dapat mengatur lebar dan tinggi banner dengan mengubah angka-angka pada width dan height. dan kotak (textarea) dengan mengubah angka pada rows dan cols. Kalaupuan tidak diubah juga tidak akan jadi masalah.
Mungkin diantara kita masih, masih belum bisa membuat logo banner sendiri, jangan khawatir, karena kita juga bisa membuat logo banner secara online dengan mudah dan cepat. Kita bisa membuatnya di cooltext.com disana kita tinngal memilih modelnya, menganti judul, tulisan, dan warna, setelah itu sedikit registrasi dan kita akan mendapatkan kode HTMLnya. Ambil saja URL gambar atau logonya saja.




 
Setelah kita pasang atau tambahkan ke blog kita nanti hasilnya akan seperti di atas. Silahkan mencoba!

Minggu, 17 Februari 2013

NILAI PENDAS UT MASA UJI 2012.2

Cara akses Nilai Pendas UT Semester 9 masa uji 2012.2
  • klik  UNIVERSITAS TERBUKA
  • sorot Mahasiswa dan Alumni - Nilai Mata Kuliah - Nilai Pendas
  • masukkan NIM , tanggal lahir, pilih masa uji 2012.2
  • klik tombol lihat

Kamis, 02 Agustus 2012

NIAT ZAKAT FITRAH


Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala”


Niat zakat Fitrah untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, Fardhu karena Allah Ta’ala”


Niat zakat Fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… / بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII… / BANATII… FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena Allah Ta’ala”


Niat zakat Fitrah untuk orang yang ia wakili
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala”


Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
“Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala”